Minggu, 04 Januari 2026

Jurus 20-20-20 Amankan Buah Hati dari Penggunaan Ponsel


Akhir-akhir ini marak pemberitaan yang menyebutkan kekerasan dengan pelaku anak-anak. Mirisnya, tidak sedikit dari kasus tersebut dipicu karena penggunaan ponsel.

Seperti kita tahu, penggunaan ponsel saat ini bukan hanya sebatas untuk media komunikasi, melainkan juga sebagai media penyebaran informasi sekaligus hiburan. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang rela merogoh kocek untuk mendapatkan ponsel berkapasitas bagus demi menikmati aneka game maupun aplikasi hiburan lainnya. Namun, penggunaan ponsel akan berubah menjadi bumerang saat penggunanya tidak siap. Dalam arti bijak untuk menggunakan ponsel baik mengakses informasi, maupun kedisiplinan waktu. Dan hal ini sulit dihindari pada anak-anak, lebih-lebih ketika mereka sudah mengenal game on-line.

Tidak sedikit orang tua yang sudah mengenalkan ponsel pada mereka sekalipun masih balita. Padahal, hal ini sangat tidak dibenarkan, mengingat anak usia balita masih belum sepenuhnya paham dengan apa yang mereka lihat pada layar ponsel.

Meski demikian, orang tua masih tetap memberikan ponsel untuk membuka akses hiburan anak-anak dengan dalih agar mereka lebih mudah diatur dan tenang.

Melansir pada https://binus.ac.id/malang/2025/03/dampak-negatif-penggunaan-gadget-bagi-perkembangan-anak/, ada 11 dampak negatif penggunaan gadget bagi perkembangan anak. Ke sebelas dampak negatif tersebut adalah : gangguan tidur, sifat agresif, mengganggu pertumbuhan otak, sifat ketergantungan pada ponsel, potensi gangguan mental, membuat anak menjadi malas, menghambat kemampuan bahasa, menumbuhkan kepribadian pasif, kesulitan memahami pelajaran, postur tubuh buruk, dan mata cepat lelah.

Tentunya sebagai orang tua tidak ingin ke sebelas atau salah satu dari dampak tersebut dialami oleh anak kita. Maka dari itu ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mencegahnya.

Berikut beberapa langkah yang disarankan mengenai screen time ponsel sesuai WHO :

1. Anak usia di bawah 2 tahun tidak boleh diberikan ponsel sama sekali.

2. Anak usia 2 tahun boleh menggunakan ponsel maksimal 1 jam perhari.

3. Anak usia 3 sampai 5 tahun diperbolehkan menggunakan ponsel maksimal 1 jam sehari.

Ketiga langkah ini bisa kita terapkan untuk meminimalisir penggunaan ponsel pada anak di bawah umur. Karena pada usia tersebut anak masih bisa diarahkan dan diatur.

Akan berbeda penanganannya jika anak sudah kecanduan ponsel. Hal ini tentu sudah terbentuk sisi agresif yang berlebih karena kebiasaan pemberian ponsel saat menenangkannya.

Selain ketiga langkah di atas, ada cara lain untuk mengurangi penggunaan ponsel pada anak. Kita bisa menerapkan aturan 20-20-20. Apakah itu? Aturan 20-20-20 ini sebagai bentuk upaya pengalihan saat anak terlalu lama menatap layar ponsel. Adapun caranya adalah :

1. Berhenti menatap ponsel setiap 20 menit.

2. Mencari sesuatu yang berjarak 20 kaki dari posisi anak berada.

3. Menatap benda tersebut selama 20 detik.

Aturan ini cukup mudah diterapkan, bukan? Karena tidak mudah bagi kita untuk meminta anak berhenti secara langsung saat mereka sedang asyik dengan ponsel. Karakter anak yang masih mudah dialihkan akan lebih cocok jika diajak dengan kegiatan lain atau dijauhkan secara perlahan-lahan.

Penutup

Penggunaan ponsel yang tepat bukan hanya berarti bijak dalam menggunakannya, tetapi paham dan tahu betul kapan anak siap serta mampu bertanggung jawab. Jangan sampai rasa sayang kita justru menjadi pemantik untuk melegalkan apa pun keinginan anak yang mana justru hal tersebut malah menjerumuskannya menjadi generasi yang hanya bisa menuntut tanpa tahu tanggung jawab apa di pundaknya.



Sabtu, 24 Oktober 2015

Craft Corner

Kali ini bukan tulisan yang mau nampang. Momen ini gantian crafting yang pernah saya buat setahun terakhir. Enjoy watching yah ^_^





Rabu, 18 Juni 2014

Tips Menghilangkan Noda Minyak, Lemak & Bau Anyir pada Perabotan Plastik


          Seharian langitnya nyuci melulu nih, mau aktivitas jadi terbatas. Mau pegang guling juga ngga mungkin, secara porsi tidurnya udah lebih :D
Aha, buka notebook aja deh. Kangen juga lama ngga jenguk ini blog ;)
Cihuy... berhubung dari kemarin deket banget sama air, maka tema tulisan blog kali ini ngga jauh-jauh dari air. Apa coba??!!

         Yup... buat yang suka beres-beres atawa nyuci ala kutch-kutch hotta hai... kali ini saya mau berbagi tips. But tunggu dulu, tips hari ini adalah cara menghilangkan noda lemak, minyak, atawa bau amis/ anyir. Siapa yang ngga pernah nyuci piring? Adakah yang nyuci piring seminggu sekali?? (tengok sana-sini @_@) 

          Bentar lagi kan lebaran, tentu tau donk lebaran itu menunya identik dengan yang namanya santan juga si lakon daging-dagingan. Nah, buat yang suka masak (apalagi makan :D, hehe...) mesti siap-siap bertempur ganda. Berjuang buat masak, juga berjuang buat bersih-bersih perabotan yang baru aja dipake. Kalau ada yang bantu mah ngga repot kali yah?! Yang repot kalau yang dapet tugas nyuci itu orang yang jarang bahkan belum pernah nyuci piring. Nah loo!!
Buat temans yang mau nyuci piring or perabotan plastik bernoda minyak, lemak, santan and bau anyir, saya kasih tips gratis deh. Ngga perlu dicatet kok, gampang bangets. Cukup dibaca aja and praktek nyuci tentunya :DD

Are you ready??!
  1. Pisahkan perabotan berbahan plastik dengan perabotan kaca/ pecah belah.
  2. Rendam perabotan bernoda minyak, lemak, dan yang berbau anyir dalam satu wadah/ ember.    Usahakan air rendaman lebih tinggi menutupi perabotan yang ada.
  3. Teteskan air jeruk/ buah blimbing wuluh/ cairan pencuci piring ke dalam rendaman air tadi.
  4. Tunggu kurang lebih 3menit (bisa sambil nyuci perabotan kaca dulu :)
  5. Setelah dirasa cukup, kita bisa nyuci perabotan plastik tadi sampe cling ;)
  6. Untuk hasil lebih maksimal bisa kita gunakan abu gosok (itu lho, bahan utama untuk pembuatan telur asin). Selain lebih kesad, hasil cucian juga lebih cepat mengangkat noda. 

1. Gmb. Abu Gosok

3. Gmb. Cairan Pencuci Piring
2. Gmb. Mencuci Piring dg Spons/ Plastik Bening
4. Gmb. Piring yg udah Cling
            


















 














           Nah, kalau sudah cling begini kan cakep :) So... ngga akan takut or kabur lagi kan buat nyupir alias nyuci piring yang bernoda minyak, lemak, santan and berbau anyir ?!! Yuk, cap cuzz beres-beres dapur kita ;)

Senin, 03 Februari 2014

Tips Mengurangi Kadar Asin pada Ikan Asin

Jenis ikan itu macam-macam, salah satunya ikan asin. Jenis ikan yang satu ini termasuk penganan yang asyik sebagai pendamping makanan tradisional seperti gudangan/ urab/ kluban (dalam bahasa Jawa). Sekarang, ikan asin tidak hanya bisa kita temui di rumah saja, restoranpun mulai menawarkan sajian ikan asin sebagai pelengkap menu mereka. Bagi yang suka ikan asin tapi terbentur dengan faktor "U" (usia, umur) maka pilihan ikan asin dengan kadar rendah garam tentu lebih aman.

Berikut saya bagikan tips mengurangi kadar asin pada ikan asin secara alami & dijamin gratiss ^^

Jika Anda hendak memasak nasi, tentu mencuci beras lebih dulu, bukan? Nah, air cucian beras atau dalam bahasa Jawa biasa disebut leri ini bisa kita gunakan untuk merendam ikan asin. Tidak perlu dicampur apa-apa, cukup leri saja lalu rendam ikan asin dalam baskom. Jika Anda ingin rasa asin itu benar-benar hilang, bisa merendamnya selama mungkin. Setelah direndam, bilas ikan asin dengan air bersih. Ikan asin dengan kadar rendah garam pun siap untuk digoreng ^^v

Mudah, bukan? So, bagi penggemar ikan asin tapi yang menderita hipertensi atau darah tinggi tidak perlu khawatir lagi. Anda tetap bisa menikmati ikan asin dengan aman, taberu :)