Akhir-akhir ini marak pemberitaan yang menyebutkan kekerasan dengan pelaku anak-anak. Mirisnya, tidak sedikit dari kasus tersebut dipicu karena penggunaan ponsel.
Seperti kita tahu, penggunaan ponsel saat ini bukan hanya sebatas untuk media komunikasi, melainkan juga sebagai media penyebaran informasi sekaligus hiburan. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang rela merogoh kocek untuk mendapatkan ponsel berkapasitas bagus demi menikmati aneka game maupun aplikasi hiburan lainnya. Namun, penggunaan ponsel akan berubah menjadi bumerang saat penggunanya tidak siap. Dalam arti bijak untuk menggunakan ponsel baik mengakses informasi, maupun kedisiplinan waktu. Dan hal ini sulit dihindari pada anak-anak, lebih-lebih ketika mereka sudah mengenal game on-line.
Tidak sedikit orang tua yang sudah mengenalkan ponsel pada mereka sekalipun masih balita. Padahal, hal ini sangat tidak dibenarkan, mengingat anak usia balita masih belum sepenuhnya paham dengan apa yang mereka lihat pada layar ponsel.
Meski demikian, orang tua masih tetap memberikan ponsel untuk membuka akses hiburan anak-anak dengan dalih agar mereka lebih mudah diatur dan tenang.
Melansir pada https://binus.ac.id/malang/2025/03/dampak-negatif-penggunaan-gadget-bagi-perkembangan-anak/, ada 11 dampak negatif penggunaan gadget bagi perkembangan anak. Ke sebelas dampak negatif tersebut adalah : gangguan tidur, sifat agresif, mengganggu pertumbuhan otak, sifat ketergantungan pada ponsel, potensi gangguan mental, membuat anak menjadi malas, menghambat kemampuan bahasa, menumbuhkan kepribadian pasif, kesulitan memahami pelajaran, postur tubuh buruk, dan mata cepat lelah.
Tentunya sebagai orang tua tidak ingin ke sebelas atau salah satu dari dampak tersebut dialami oleh anak kita. Maka dari itu ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mencegahnya.
Berikut beberapa langkah yang disarankan mengenai screen time ponsel sesuai WHO :
1. Anak usia di bawah 2 tahun tidak boleh diberikan ponsel sama sekali.
2. Anak usia 2 tahun boleh menggunakan ponsel maksimal 1 jam perhari.
3. Anak usia 3 sampai 5 tahun diperbolehkan menggunakan ponsel maksimal 1 jam sehari.
Ketiga langkah ini bisa kita terapkan untuk meminimalisir penggunaan ponsel pada anak di bawah umur. Karena pada usia tersebut anak masih bisa diarahkan dan diatur.
Akan berbeda penanganannya jika anak sudah kecanduan ponsel. Hal ini tentu sudah terbentuk sisi agresif yang berlebih karena kebiasaan pemberian ponsel saat menenangkannya.
Selain ketiga langkah di atas, ada cara lain untuk mengurangi penggunaan ponsel pada anak. Kita bisa menerapkan aturan 20-20-20. Apakah itu? Aturan 20-20-20 ini sebagai bentuk upaya pengalihan saat anak terlalu lama menatap layar ponsel. Adapun caranya adalah :
1. Berhenti menatap ponsel setiap 20 menit.
2. Mencari sesuatu yang berjarak 20 kaki dari posisi anak berada.
3. Menatap benda tersebut selama 20 detik.
Aturan ini cukup mudah diterapkan, bukan? Karena tidak mudah bagi kita untuk meminta anak berhenti secara langsung saat mereka sedang asyik dengan ponsel. Karakter anak yang masih mudah dialihkan akan lebih cocok jika diajak dengan kegiatan lain atau dijauhkan secara perlahan-lahan.
Penutup
Penggunaan ponsel yang tepat bukan hanya berarti bijak dalam menggunakannya, tetapi paham dan tahu betul kapan anak siap serta mampu bertanggung jawab. Jangan sampai rasa sayang kita justru menjadi pemantik untuk melegalkan apa pun keinginan anak yang mana justru hal tersebut malah menjerumuskannya menjadi generasi yang hanya bisa menuntut tanpa tahu tanggung jawab apa di pundaknya.
%20(1).png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar